1. Biji yang ingin ditanam.
2. Rockwool sebagai media tanam.
3. Netpot & kain flanen jika perlu
4. Nutrisi AB Mix
5. TDS meter untuk mengukur kadar nutrisi
6. Ph meter untuk mengukur kondisi air
Inilah beberapa bahan yang diperlukan untuk menanam hidroponik. Artikel selanjutnya akan membahas tentang pentingnya air nutrisi untuk tanaman hidroponik.
Terdapat beberapa sistem pada metode hidroponik, setiap sistem pasti ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing. inilah beberapa sistem populer atau yang umum pada metode hidroponik.
1. Nutrien Film Technique (NFT)
Sistem ini bekerja dengan cara mengalirkan selapis larutan nutrisi tipis pada perakaran tanaman. Bahan utama yang digunakan bisa pipa pvc atau talang air. Kemiringan pipa atau talang harus diatur sedemikian rupa agar air yang mengalir tidak terlalu cepat ataupun tidak terlalu lambat. Kelebihan dari sistem NFT adalah penggunaan air yang efisien sesuai kebutuhan tanaman. Kekurangannya adalah dibutuhkan modal yang cukup besar untuk membuat instalasi NFT serta sangat bergantung pada pompa listrik.
2. Sistem Wick
Sitem Wick atau sistem sumbu adalah metode yang lebih sederhana hanya menggunakan prinsip kapiler. Air nutrisi pada bak akan terangkut naik secara kapiler melalui sumbu yang juga menyentuh pada akar tanaman. Mirip prinsipnya seperti kompor yang menggunakan minyak tanah. Kekurangan dari sistem ini adalah, nutrisi pada air akan mengendap di dasar bak sehingga penyerapan nutrisi kurang maksimal dan kurangnya oksigen karena air dalam bak tidak bergerak atau tidak berotasi.
3. Sistem Rakit Apung atau Floating System
Seperti namanya sistem rakit apung menggunakan naman yang dapat mengapung di air. Cara kerjanya adalah mengisi bak dengan air nutrisi lalu diapungkan styrofoam yang sudah dilubangi untuk tempat tumbuh tanaman. di dalam bak sebaiknya diberi pompa yang dapat memberikan arus atau putaran air sehingga air nutrisi terus berotasi.
Nah ini dia tiga sistem hidroponik yang cukup umum dan mudah untuk diterapkan.
Ada beberapa tanaman hidroponik yang cocok untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tanaman ini mudah dirawat oleh orang yang sekalipun awam dengan hidroponik karena minimnya resiko gagal panen. berikut adalah beberapa jenis tanaman hidroponik yang cocok untuk memenuhi kebutuhan keluarga:
1. Sawi
Sawi sangat mudah ditanam secara hidroponik, memiliki umur yang singkat yaitu mulai umur 25 hari sudah bisa dipanen dan dikonsumsi. Olahannya pun cukup mudah tinggal direbus. Dapat menjadi campuran untuk mie instan atau pun makanan lainnya.
2. Pakcoy
Sama halnya dengan sawi karena masih satu jenis, umurnya pun sama mulai 25 hari sudah bisa dipanen. Memiliki daun yang sedikit lebih tebal dari sawi dan memiliki batang yang lebih besar.
3. Selada
Selada adalah sayuran yang cocok untuk lalapan sambal atau bagi kalian yang sering bbq-an tidak lengkap rasanya tanpa sayuran ini. Sangat tepat jika ditanam secara hidroponik dan perawatannya cukup mudah. Umur selada yang baik untuk dipanen adalah sekitar 40-50 hari.
4. Kangkung
Kangkung adalah sayuran favorit keluarga. Olahannya cukup mudah tinggal ditumis dan diberi penyedap dan saos tiram. Sayuran kangkung sangat efisien apabila ditanam secara hidroponik, karena tidak butuh banyak ruang dan sayuran kangkung mampu tumbuh baik meskipun ditanam berdesakan. Umurnya juga cukup singkat, mulai umur 20 hari sudah dapat dipanen
5. Cabai
Bukan tidak mungkin cabai mampu ditanam secara hidroponik. Cabai yang ditanam secara hidroponik lebih mudah manajemen perawatannya. Menggunakan metode seperti sistem wick atau biasa disebut vertigasi kapiler, cabai mampu ditanam secara hidroponik.
6. Terong
Sama halnya seperti cabai, terong mampu ditanam secara hidroponik menggunakan sistem vertigasi kapiler. Tanaman ini bisa dipanen berkali-kali dalam sekali tanam.
Nah itulah beberapa jenis tanaman hidroponik yang cocok untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ada banyak jenis lain yang dapat ditanam, namun secara umum dan yang mudah dibudidayakan bagi orang awam sekalipun adalah 6 jenis tanaman diatas. Semoga bermanfaat ya, hidup peertanian modern!
1. tanpa menggunakan tanah, sehingga bertani di perkotaan pun sangat memungkinkan
2. penggunaan lahan lebih efisien, karena mampu menyesuaikan ruang yang kosong
3. kualitas tanaman lebih bersih dan terjaga
4. penggunaan pupuk yang mudah tinggal melarutkan pada air
5. pengendalian hama bisa lebih mudah
6. manajemen perawatan lebih efisien, minimal hanya memperhatikan kualitas air sudah cukup
7. tidak ada tanam musiman, menanam satu jenis tanaman sepanjang tahun tidak masalah
Nah itu adalah beberapa kelebihan pada bertani hidroponik, ada juga beberapa kekurangannya seperti memerlukan modal yang lumayan besar dibandingkan mennam secara konvensional dan juga harus memperhatikan kondisi air setiap saat agar nutrisi tanaman tercukupi. Sekian pembahasan kelebihan hidroponik, jangan takut untuk mencoba dan jangan mudah menyerah, semangat petani muda!
Hidroponik adalah jenis pertanian urban yang menggunakan teknik baru yang berbeda dengan pertanian konvensional. Mode pertanian ini sangat cocok bagi banyak kalangan, karena cukup mudah diaplikasikan dan tidak membutuhkan lahan yang luas untuk bercocok tanam. Masyarakat perkotaan juga bisa bercocok tanam sayuran yang biasanya hanya ditanam di daerah pedesaan atau pegunungan. Selama tanaman terkena matahari langsung maka tanaman dapat tumbuh.
Terdapat beberapa jenis sistem yang bisa diterapkan dalam bertani hidroponik, seperti Sistem Wick, Rakit Apung, NFT, dan DFT. Masing-masing jenis sistem ini juga dapat menggunakan bahan yang berbeda-beda, seperti contoh Sistem Wick dapat menggunakan bak plastik atau styrofoam.
Artikel selanjutnya akan kita bahas lebih lanjut sistem pada pertanian hidroponik. Pada intinya bertani hidroponik adalah solusi baru untuk bercocok tanam tanpa media tanah dan tidak memerlukan lahan yang luas seperti halnya pertanian konvensional.
Hidroponik , sebuah metode modern dalam bercocok tanam, telah menarik perhatian para pecinta pertanian di seluruh dunia. Artikel ini akan me...